Fitnah dunia

Fitnah oleh Rasulullah S.a.w. Di ibaratkan seperti malam yang gelap gulita, malam yang tidak di terangi dengan cahaya apapun, apabila tidak ada cahaya maka akan menyesatkan siapapun.

Apalagi kegelapan tersebut berupa harta, nafsu, yang muda terlena oleh cinta dan kemewahan keindahan duniawi, bila tidak hati~hati maka akan menjerumuskanya sendiri, sehingga orang yang lebih memilih mengejar keduawi cenderung melupakan Ahirat.

Bahkan terkadang mereka menukar Agama dengan semua itu dengan alasan yang di buatnya sendiri, seolah tidak mikir bahwa ahirat itu ada.

Semua itu karna rapuhnya Iman, orang yang sudah terfitnah  oleh keduniawian akan lebih mudah meninggalkan Agamanya hanya demi sesuatu yang di kejarnya yang ada di dunia ini.

Padahal Rasulullah S.a.w. sudah bersabda dalam kutbahnya:

"INNA MIMMAN AKHFU ALAIKUM BAGHDII MA YUFTA'U ALAIIKUM MIN DZARATI DUNYA WA DZIINATIHA"

"Sesungguhnya di antara yang paling aku kahawatirkan atas kalian sepeninggalku nanti adalah terbuka lebarnya kemewahan dan keindahan dunia" Hr Bukhari~Muslim

Kekahawatiran Rasulullah S.a.w. Dengan fitnah duniawi karna masalah Iman, apabila terus di biarkan maka akan menyebabkan seseorang mengalami kesengsaan yang luarbiasa di ahirat kelak.

Dan Allah S.w.t. pun juga sudah berfirman untuk memperingatkan siksa bagi hambanya yang tersesat oleh kemewahan dunia.

"Itulah orang ~ orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) ahirat, maka tidak akan di ringankan siksa mereka dan mereka tidak akan di tolong" Qs Al Baqarah 86.

Se demikian keras Adzab Allah bagi mereka yang lebih memilih keduniaan daripada Ahirat, dan saat ini, slagi masih ada kesempatan, selagi masih bernafas dan.selagi.masih bisa, sudah semestinya kita memperbaiki diri sebisa mungkin, agar kelak tidak menjadi suatu penyesalan yang tiada gunanya.

Sekian semoga bermanfaat.

Akibat mengabaikan anak

Anak adalah tumpuan hidup keluarga, seperti sebuah rumahtangga tanpa punya anak maka akan terasa hampa, dan anak pula yang di harap kelak ketika tua ataupun yang di harap untuk mendoakanya.


Akan tetapi di zaman yang modern ini banyak sekali orangtua yang mengabaikan anaknya, bahkan ada yang lebih berharga dari se ekor binatang ternak..

Suatu contoh seorang penggembala ketika waktu sudah senja, ia mencari dan menggiring ternaknya untuk masuk kandang, bila ada salah satu yang tidak ada ia mencari kesana kemari agar masuk kandang dan aman ketika malam datang, ketika hujan turun maupun ketika cuaca dingin.

Begitu sangat berharganya sebuah binatang, lalu bagaimana dengan anak, adik, dan sodara kita sendiri..???

Apakah di biarkan saja mereka pergi tanpa tau waktu, apakah di biarkan saja mereka pulang sesukanya, apakah tidak di cari ketika senja tiba..??

☆ Yaa ma'syaral muslimiina man razzaqahullaahu ta'aalaa biwaladin fa'alaihi bita'diibihii wata'liimihii fa inna man allama waladahuu wa addabahu razzaqahullaahu syafaa'atahu wa man taraka waladahu jaa hilan kaana kullu dzanbi'amalin alaihi ☆

"Wahai kaum muslimin! barangsiapa di karuniai anak maka wajib baginya untuk mendidik dan memberi pelajaran kepada anaknya. Barangsiapa memberi pelajaran dan mendidik anaknya ia akan di beri pertolongan dari anaknya. Barangsiapa meninggalkan anaknya dengan bodoh maka ia akan menanggung resiko dosa yang di lakukan anaknya".

Dengan demikian pendidikan anak sangat berpengaruh besar pada hari kiamat kelak, apabila anak di didik dengan baik sehingga ia kenal dengan Agama dan melaksanakanya dengan baik maka orangtua yang mempunyai anak tersebut akan mendapat Syafaat karna perbuatan baik anaknya.

Namun bila anak tidak di beri pendidikan Agama sehingga ia tidak tau ajaran Agama maka orangtua yang akan menanggung akibat perbuatan yang di lakukan anaknya, dan juga wajib untuk memberi mereka nafkah dari hasil yang baik pula.

Pada hari Kiamat kelak anak akan menuntut di hadapan Allah S.w.t:

"Yaa Rabbana khuz lana haqqanna min haadzar rajuli fa innahu lam yu'alimna amura diininaa wa kana yuth'imunal haraama wa nahnu laa na'lamu"

Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikan hak kami (siksa kami) kepada orang ini (orangtuanya) karena ia tidak memberi pelajaran Agama kepada kami, ia memberi kami makanan yang haram padahal kami tidak mengetahuinya"

Seperti itulah bila sampai lalai dalam mendidik anak, mereka anak-anak adalah generasi penerus keluarga, selagi belum terlambat mari kita perbaiki dan bila belum berkeluarga setidaknya kita bisa belajar sejak dini dan suatu sa'at tinggal mempraktekanya.

Sekian semoga bermanfaat.

Sedekah Tidak Harus Pakai Uang

Sedekah banyak macamnya dan tidak harus pakai duit, dan tentu semua tau bahwa Sedekah memiliki nilai yang sangat tinggi dalam Agama, badan sendiri maupun oranglain, yang manfaatnya bisa di rasakan secara langsung atau di kemudian hari bahkan untuk bekal di Ahirat kelak...


Bila kita berfikir secara waras tentu setiap hari kita sangat butuh kesehatan, keselamatan, kerejekian, kelancaran maupun kesuksesan, sedangkan semua itu bisa kita peroleh dengan usaha setiap hari pula yang di antara usaha yang dapat kita lakukan adalah Sedekah sebagaimana perintah Nabi Muhamad S.a.w. (kullu sulama minan nasi alayhi sadakotun, kullu yaumiin tadlu'khu fiihis samsu) "Setiap ruas tulang manusia sebaiknya di sedekahi setiap hari (sebagai rasa syukur kepada Allah S.w.t)"..

"Dan macam sedekah itu banyak sekali, di antaranya mendamaikan di antara dua orang yang bersengketa, membantu teman untuk menaiki kendaraanya, atau menaikan barang ke kendaraanya, ucapan yang baik, setiap langkah yang kamu ayunkan untuk melakukan shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan juga sedekah" (Mutafaqun'alaih. Hr Bukhari 2989 )

Kebaikan itu sungguh sangat banyak jalan untuk mencarinya, tinggal kita pribadi punya keinginan atau tidak, peduli diri sendiri dan sesama atau tidak..

Sedikit pengertian semoga bermanfaat...

Ketika Jin Berdakwah

Al~Qur'an dan ke tiga kitab yang di turunkan Allah S.w.t. Hanya untuk Manusia saja, padahal Mahluk Allah S.w.t. Di dunia ini bukan manusia saja, tetapi ada yang lain, yaitu Binatang dan Jin.

Mereka semua cipta'an Allah, akan tetapi hanya Manusia saja yang mampu dan kuat menerima, karna Manusia di ciptakan dengan sempurna memiliki akal, keinginan dan fikiran.

Bila binatang hanya di beri keinginan saja tanpa di beri akal, sedangkan Jin hanya di beri akal saja, tanpa di beri fikiran.

Oleh karnanya hanya Manusia yang mampu menerima kitab petunjuk dari Allah S.w.t.

Manusia di perintahkan membaca, memahami, dan belajar isi dari Al~Qur'an agar bisa memperoleh jalan yang di Ridhoi Allah.

Jangan mengira membaca Al~Qur'an itu tiada berguna, walau sekedar membaca, tetapi ada Mahluk Allah S.w.t. lain yang senantiasa aktif mendengarkan dan mencari petunjuk dari baca'an yang di ucapkan oleh Manusia.

Mahluk lain tersebut adalah JIN, karna golongan mereka tidak ada yang mendapat Wahyu atau mendapat Kitab, sehingga mereka ikut sesuai dengan perkembangan zaman, atau ikut peraturan Para Nabi Utusan Allah S.w.t. Baik Nabi terdahulu maupun yang kemudian yaitu Nabi Muhammad S.a.w.
Jin juga hidup sebagaimana Manusia cuma beda alam, ia berkelompok, bersuku dan bernegara.

Hal ini di jelaskan dalam Firman Allah berikut:

وَاِذْ صَرَفْنَاۤ  اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۚ  فَلَمَّا حَضَرُوْهُ  قَالُوْۤا اَنْصِتُوْا ۚ  فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, "Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya)." Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. [QS. Al-Ahqaf: Ayat 29]

Ayat ini sangat jelas bahwa bila kita membaca Al~Qur'an meski sendirian, tetap ada pendengar dan yang menyimak, serta mengambil pelajaran dari baca'an yang kita baca.

Setelah kita selesai membaca, para Jin pendengar tersebut mendatangi kaumnya untuk dakwah dan memberi peringatan sesuai yang mreka dengar.

Demikian cara Jin bertausyiah kepada kaumnya:

قَالُوْا يٰقَوْمَنَاۤ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Mereka berkata, "Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran, dan kepada jalan yang lurus. [QS. Al Ahqaf: Ayat 30]

يٰقَوْمَنَاۤ اَجِيْبُوْا دَاعِيَ اللّٰهِ وَاٰمِنُوْا بِهٖ يَغْفِرْ لَـكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَ لِيْمٍ

Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu, dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. [QS. Al-Ahqaf: Ayat 31]

Seperti itu cara Jin mencari pelajaran dari Al~Qur'an, yaitu menunggu Manusia membaca, lalu mreka sampaikan kepada kaumnya.

Itu Jin yang tidak di beri Kitab, dan di golongan mreka tidak ada Nabi, mereka bingung dan harus menunggu ada Manusia yang membaca baru mreka mendapat pelajaran.

Kita sebagai Manusia yang sempurna, di turunkan seorang Nabi, dan di turunkan pula Kitab Al~Qur'an, agar di gunakan untuk petunjuk ke jalan Allah S.w.t. Apakah kita sudah melakukanya dengan baik..???

Apakah kita manusia kalah dengan keseriusan Jin yang serius mendengarkan Al~Qur'an..??
Sungguh Adzab Allah itu benar~benar pedih bila sampai mengabaikan pringatan~pringatan dan larangan yang di larang Allah dalam Al~Qur'an.

Dari sini pula dapat di simpulkan bahwa Jin bila tidak mendapat pelajaran, mreka lebih sering merasuk ke dalam tubuh seseorang, sehingga mereka di bacakan Ayat~Ayat Al~Qur'an baru pergi dari tubuh yang di rasuki.

Sekarang kita fikir diri kita sendiri, apakah mau di rasuki Jin dan di jadikan alat mereka untuk mendapat pelajaran dari Al~Qur'an..???

Jika tidak mau maka semestinya kita harus sering~sering membaca Al~Qur'an agar tidak di ganggu mreka para Jin.

Tentunya membaca jangan niat agar terhindar dari Jin saja, tetapi niat Lillaahi Ta'ala demi Ibadah dan mencari Ilmu juga petunjuk jalan hidup yang baik dari dalamnya, Al~Qur'an.


Sedikit tausyiah semoga bermanfa'at, semoga kita di kumpulkan dan di beri tempat yang terbaik kelak di Ahirat.. Aamiin..

Sumpah Iblis

“sumpah iblis di hadapan ALLAH untuk menjadikan mayoritas manusia durhaka, “iblis menjawab:”karna engkau  telah menghukum saya tersesat,saya benar-benar (akan menghalang-halangi) dari jalan engkau yg lurus.

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,dari kanan dan dari kiri mereka, engkau tidak akan dapat mendapati kebanyakan mereka(manusia) bersyukur (taat)”[Qs:Al- A’raaf(7):16-17).

Iblis benar-benar membuktikan sumpahnya:
Dan iblis berhasil mencapai target terbesarnya, yaitu menjadikan mayoritas manusia tidak taat kepada ALLAH.

Harus di akui bahwa NAFSU adalah musuh terberat manusia, stiap saat spanjang kehidupanya, manusia selalu di hadapkan pada pergulatan antara mengikuti kecenderungan nafsu atau nurani.
Pengambil keputusan terahiradalah akal, jika akal manusia sehat maka nurani akan di menangkan, tetapi jikasebaliknya yaitu akal manusia tumpul bahkan mati maka nafsu yang akan selalumenang.

Hidup manusia yg demikian pasti terombang ambing dalam berbagai maksiat dan kemungkaran, karna itu ALLAH memerintahkan agar manusia jangan mengikuti hawa nafsu. “jangan kamu mengikuti hawa nafsu karna ia akan menyesatkanmu dari jalan ALLAH,sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan ALLAH akan mendapat azab yang berat karna mereka melupakan hari perhitungan”(Qs: haad(38):26).

Renungi pemberitahuan-NYA bahwa kehidupan di dunia adalah permainan yang melalaikan, suatu saat permainan pasti akan berahir dan pasti pula semua permainan kan di tinggalkan, berhati-hatilah jangan sampai di lalaikan oleh permainan dunia yg bernama harta,perhiasan,kemegahan,dan keluarga,

“ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah sesuatu yang melalikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga tentang kebanyakan harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamanya mengagumkan para petani, kemudian tanam-tanaman itu kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di ahirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari ALLAH serta keridha’an-NYA, dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”(Qs: Al-Hadiid(57:20)


Wallahu a’lam bishawab.

Clik Saja

Fitnah dunia

Fitnah oleh Rasulullah S.a.w. Di ibaratkan seperti malam yang gelap gulita, malam yang tidak di terangi dengan cahaya apapun, apabila tidak...