Anak adalah tumpuan hidup keluarga, seperti sebuah rumahtangga tanpa punya anak maka akan terasa hampa, dan anak pula yang di harap kelak ketika tua ataupun yang di harap untuk mendoakanya.
Akan tetapi di zaman yang modern ini banyak sekali orangtua yang mengabaikan anaknya, bahkan ada yang lebih berharga dari se ekor binatang ternak..
Suatu contoh seorang penggembala ketika waktu sudah senja, ia mencari dan menggiring ternaknya untuk masuk kandang, bila ada salah satu yang tidak ada ia mencari kesana kemari agar masuk kandang dan aman ketika malam datang, ketika hujan turun maupun ketika cuaca dingin.
Begitu sangat berharganya sebuah binatang, lalu bagaimana dengan anak, adik, dan sodara kita sendiri..???
Apakah di biarkan saja mereka pergi tanpa tau waktu, apakah di biarkan saja mereka pulang sesukanya, apakah tidak di cari ketika senja tiba..??
☆ Yaa ma'syaral muslimiina man razzaqahullaahu ta'aalaa biwaladin fa'alaihi bita'diibihii wata'liimihii fa inna man allama waladahuu wa addabahu razzaqahullaahu syafaa'atahu wa man taraka waladahu jaa hilan kaana kullu dzanbi'amalin alaihi ☆
"Wahai kaum muslimin! barangsiapa di karuniai anak maka wajib baginya untuk mendidik dan memberi pelajaran kepada anaknya. Barangsiapa memberi pelajaran dan mendidik anaknya ia akan di beri pertolongan dari anaknya. Barangsiapa meninggalkan anaknya dengan bodoh maka ia akan menanggung resiko dosa yang di lakukan anaknya".
Dengan demikian pendidikan anak sangat berpengaruh besar pada hari kiamat kelak, apabila anak di didik dengan baik sehingga ia kenal dengan Agama dan melaksanakanya dengan baik maka orangtua yang mempunyai anak tersebut akan mendapat Syafaat karna perbuatan baik anaknya.
Namun bila anak tidak di beri pendidikan Agama sehingga ia tidak tau ajaran Agama maka orangtua yang akan menanggung akibat perbuatan yang di lakukan anaknya, dan juga wajib untuk memberi mereka nafkah dari hasil yang baik pula.
Pada hari Kiamat kelak anak akan menuntut di hadapan Allah S.w.t:
"Yaa Rabbana khuz lana haqqanna min haadzar rajuli fa innahu lam yu'alimna amura diininaa wa kana yuth'imunal haraama wa nahnu laa na'lamu"
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikan hak kami (siksa kami) kepada orang ini (orangtuanya) karena ia tidak memberi pelajaran Agama kepada kami, ia memberi kami makanan yang haram padahal kami tidak mengetahuinya"
Seperti itulah bila sampai lalai dalam mendidik anak, mereka anak-anak adalah generasi penerus keluarga, selagi belum terlambat mari kita perbaiki dan bila belum berkeluarga setidaknya kita bisa belajar sejak dini dan suatu sa'at tinggal mempraktekanya.
Sekian semoga bermanfaat.
Akan tetapi di zaman yang modern ini banyak sekali orangtua yang mengabaikan anaknya, bahkan ada yang lebih berharga dari se ekor binatang ternak..
Suatu contoh seorang penggembala ketika waktu sudah senja, ia mencari dan menggiring ternaknya untuk masuk kandang, bila ada salah satu yang tidak ada ia mencari kesana kemari agar masuk kandang dan aman ketika malam datang, ketika hujan turun maupun ketika cuaca dingin.
Begitu sangat berharganya sebuah binatang, lalu bagaimana dengan anak, adik, dan sodara kita sendiri..???
Apakah di biarkan saja mereka pergi tanpa tau waktu, apakah di biarkan saja mereka pulang sesukanya, apakah tidak di cari ketika senja tiba..??
☆ Yaa ma'syaral muslimiina man razzaqahullaahu ta'aalaa biwaladin fa'alaihi bita'diibihii wata'liimihii fa inna man allama waladahuu wa addabahu razzaqahullaahu syafaa'atahu wa man taraka waladahu jaa hilan kaana kullu dzanbi'amalin alaihi ☆
"Wahai kaum muslimin! barangsiapa di karuniai anak maka wajib baginya untuk mendidik dan memberi pelajaran kepada anaknya. Barangsiapa memberi pelajaran dan mendidik anaknya ia akan di beri pertolongan dari anaknya. Barangsiapa meninggalkan anaknya dengan bodoh maka ia akan menanggung resiko dosa yang di lakukan anaknya".
Dengan demikian pendidikan anak sangat berpengaruh besar pada hari kiamat kelak, apabila anak di didik dengan baik sehingga ia kenal dengan Agama dan melaksanakanya dengan baik maka orangtua yang mempunyai anak tersebut akan mendapat Syafaat karna perbuatan baik anaknya.
Namun bila anak tidak di beri pendidikan Agama sehingga ia tidak tau ajaran Agama maka orangtua yang akan menanggung akibat perbuatan yang di lakukan anaknya, dan juga wajib untuk memberi mereka nafkah dari hasil yang baik pula.
Pada hari Kiamat kelak anak akan menuntut di hadapan Allah S.w.t:
"Yaa Rabbana khuz lana haqqanna min haadzar rajuli fa innahu lam yu'alimna amura diininaa wa kana yuth'imunal haraama wa nahnu laa na'lamu"
Artinya: "Wahai Tuhan kami, berikan hak kami (siksa kami) kepada orang ini (orangtuanya) karena ia tidak memberi pelajaran Agama kepada kami, ia memberi kami makanan yang haram padahal kami tidak mengetahuinya"
Seperti itulah bila sampai lalai dalam mendidik anak, mereka anak-anak adalah generasi penerus keluarga, selagi belum terlambat mari kita perbaiki dan bila belum berkeluarga setidaknya kita bisa belajar sejak dini dan suatu sa'at tinggal mempraktekanya.
Sekian semoga bermanfaat.
